Kamis, 23 Mei 2013

Terima kasih Kawan....

Anugerah terindah dan hal ter-absurd dalam hidupku adalah mengenal orang-orang seperti kalian....
orang-orang yang tak pernah melewatkan moment pengabadian diri dalam gambar
manusia-manusia sabar yang selalu yakin akan datangnya cahaya penerang gelap

wajah-wajah yang tak pernah lupa tersenyum 

pribadi-pribadi penuh semangat yang tak pernah berhenti mencari arti kata "dewasa" 

jiwa-jiwa pemberontak yang tak pernah takut untuk menantang dunia


wajah-wajah polos yang tak pernah kehilangan kata "bahagia"

orang-orang yang selalu bergembira meski hanya punya sebungkus nasi  untuk kekenyangan bersama
dan pemilik jiwa yang
selalu apa adanya, jujur dengan perasaanya 

Selasa, 07 Mei 2013

DOA SEHELAI DAUN KERING


Janganku suaraku, ya 'Aziz
Sedangkan firmanMupun diabaikan
Jangankan ucapanku, ya Qawiy
Sedangkan ayatMupun disepelekan
Jangankan cintaku, ya Dzul Quwwah
Sedangkan kasih sayangMupun dibuang
Jangankan sapaanku, ya Matin
Sedangkan solusi tawaranMupun diremehkan
Betapa naifnya harapanku untuk diterima oleh mereka
Sedangkan jasa penciptaanMupun dihapus
Betapa lucunya dambaanku untuk didengarkan oleh mereka
Sedangkan kitabMu diingkari oleh seribu peradaban
Betapa tidak wajar aku merasa berhak untuk mereka hormati
Sedangkan rahman rahimMu diingat hanya sangat sesekali
Betapa tak masuk akal keinginanku untuk tak mereka sakit
Sedangkan kekasihMu Muhammad dilempar batu
Sedangkan IbrahimMu dibakar
Sedangkan YunusMu dicampakkan ke laut
Sedangkan NuhMu dibiarkan kesepian
Akan tetapi wahai Qadir Muqtadir
Wahai Jabbar Mutakabbir
Engkau Maha Agung dan aku kerdil
Engkau Maha Dahsyat dan aku picisan
Engkau Maha Kuat dan aku lemah
Engkau Maha Kaya dan aku papa
Engkau Maha Suci dan aku kumuh
Engkau Maha Tinggi dan aku rendah serendah-rendahnya
Akan tetapi wahai Qahir wahai Qahhar
Rasul kekasihMu maĆ­shum dan aku bergelimang hawa
Nabi utusanmu terpelihara sedangkan aku terjerembab-jerembab
Wahai Mannan wahai Karim
Wahai Fattah wahai Halim
Aku setitik debu namun bersujud kepadaMu
Aku sehelai daun kering namun bertasbih kepadaMu
Aku budak yang kesepian namun yakin pada kasih sayang dan pembelaan-Mu


Emha Ainun Nadjib Jakarta 11 Pebruari 1999

Kamis, 02 Mei 2013

tanya jiwa.....



Kehidupan yang penuh dengan tanda Tanya,
Tanya tentang jodoh…adalah tanya yang kini ramai mengusik jiwaku….
Ingin aku berteriak agar dunia mendengar apa yang benar aku harapkan…agar dia sang bintang yang menghiasi harapan ku menjadi tahu dan menjawab tanyaku…
Sesosok yang selalu hadir dalam impian ku, apakah ini??? Pantaskah ini???
Ya rabb….tanya itu selalu menyelimuti jiwaku, dan aku selalu meyakini bahwa engkau maha tau lebih dari yang penah aku fikir dan bayangkan….segalanya aku serahkan dan pasrahkan kepada-Mu….
Jika demikian kepasrahan ini maka dimanakah kita harus meletakkan tawakal kita dalam derap usaha kita???
Kapankah waktunya aku boleh berserah untuk setiap ketentuannya?,,,,
Bukankah Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum tersebut berusaha untuk merubahnya….dan jika kita ingin mendapatkan sesuatu maka kita harus berusaha meraihnya….dan….aku tak tahu harus bagaimanakah usaha yang harus aku lakukan untuk ini semua…apakah aku harus bertanya kepada sang bintang??? 
Pantaskah aku melakukan itu???
 Lalu apa yang harus aku lakukan???? 
Apakah hanya sekedar berdoa saja cukup tanpa ada usaha yang lain???
Entahlah……aku pasrah  tentang semua ini, 
dan kepasrahan ini kini hampir menyerupai keputusasaan….dan aku tak mau begini……
dimana fungsi ku sebagai manusia yang berakal??…..jika aku hanya mampu terduduk diam dan meratap memohon kepada sang maha pemurah, tak malukah aku???? 
Allah sudah terlalu baik kepada ku dan aku sebagai hamba hanya merengek dan terus merengek, masihkah aku mampu berjalan tegak dengan keadaan ini??….
sungguh…betapa lemah aku…
sebutir pasir diantara luasnya hamparan gurun…..dan...ketika angin itu datang maka aku akan terbang dalam ketidakberdayaanku….
terbang dan hilang dalam kepasrahan yang tak pernah berujung…..tak malukah aku????
Oh……sungguh…tanya tak kan bertemu ujungnya...bila saja tak Engkau sampaikan jawaban atas deretannya....
dan aku hanya mampu menggantungkan segala jawabannya  padamu wahai Rabb….ku….Allah……………………