Selasa, 18 Juni 2013

Kenduri Kamis Pon



Bagi saya, setiap  segala sesuatu itu memiliki alasannya masing-masing dan saya hanya dapat menilai setelah saya dapat paham dengan alasannya (itupun jika saya paham…hehe). 
Banyak kebiasaan yang ada disekitar kita yang mungkin anjurannya dalam al-qur’an tidak ada namun menjadi sebuah kebiasaan bahkan pula tradisi disekitar kita. Salah satunya adalah kebiasaan kenduri kamis pon didaerah saya, kegiatan ini dilakukan dengan tujuan untuk mendoakan keluarga ataupun kerabat yang telah meninggal dunia. Kebiasaan ini, saya belum menemukan hadisnya ataupun ayatnya dalam al-qur’an sebagai sebuah perintah namun, kebiasaan ini merupakan tradisi yang tak pernah ditinggalkan. Jika ditilik dari tidak adanya perintah ataupun hadist yang menganjurkannya bisa jadi kemungkinan ini merupakan sebuah tindakan bid’ah. Tetapi, jika kita mau mengkaji lebih jauh mengapa tradisi ini ada maka kita akan mulai mengerti.

Tradisi ini sudah ada sejak zaman nenek saya belum lahir dan selalu dilaksanakan pada hari dan pasaran yang sama. Pasaran adalah nama hari dalam bahasa jawa terdiri dari Pon, Wage, Kliwon, Legi, Pahing . dan kenapa hari kamis pon yang dipilih saya belum menemukan jawabannya. Tapi yang pasti hari kamis malam jum’at merupakan hari yang baik untuk mengirimkan do’a kepada orang yang telah meninggal.

Kegiatan kenduri kamis pon ini dapat kita nilai dari beberapa segi diantaranya :
1.Dari segi social
Dari segi social kegiatan ini bisa menjadi ajang silaturahmi bagi para tetangga karena system kegiatan ini adalah berkunjung ke rumah masing-masing anggota kelompok kenduri sehingga secara tidak langsung silaturrahmi antar warga akan terjaga, komunikasi terjalin dengan baik dan setiap warga akan lebih mengenal pribadi tetangganya serta berkurangnya rasa canggung ataupun rasa kesenjangan social diantara tetangga.
2. Dari segi ekonomi

Kegiatan kenduri rutin ini menurut saya, secara tidak langsung mengajarkan kepada masyarakat tentang cara berbagi rezeki serta manajemen keuangan sebab, untuk kegiatan rutin bulanan ini ibu rumah tangga harus menyisihkan sebagian uang belanjanya untuk kebutuhan kenduri seperti  membuat berkat (makanan yang akan dijadikan oleh-oleh bagi peserta kenduri), sehingga secara tidak langsung ibu-ibu didaerah saya terbisa dengan kegiatan menabung untuk keperluan kenduri (sebut : shodaqoh).
3. Dari segi kesehatan

Dari segi kesehatan kegiatan ini berperan unutk berpartisipasi dalam pemenuhan dan pemerataan perbaikan gizi sebab makanan dalam berkat kenduri biasanya berisi makanan bergizi tinggi seperti telur, ayam, dan juga buah-buahan…
4. Dari segi keagamaan

Dari segi keagamaan kegiatan ini mampu membiasakan warga untuk mengaji dan berdzikir. Minimal bagi mereka yang belum menjadikan mengaji dan berdzikir sebagai kebiasaan maka kegiatan ini akan membiasakanya meski hanya sebulan sekaliJ.

Itulah hasil analisis yang bisa saya berikan tentang kegiatan yang mungkin bagi sebagian orang merupakan bid’ah, namun dilingkungan saya tinggal itu merupakan tradisi. Terlepas bagaimana hukumnya Allhu a’lam…saya tidak berani menghukuminya. Karena yang perlu kita lakukan adalah meluruskan pola pikir. Bahwa, kegiatan kenduri seperti ini bebas dilakukan pada hari apa saja tergantung kesepakatan bersama. Tidak harus melulu hari kamis pon, bisa saja diganti jadi kamis wage, kamis legi dan kamis kamis yang lain atau hari-hari yang lain agar tidak ada pengkultusan terhadap hari dan pasaran. Karena yang tidak boleh adalah pengkultusannya. Sedangkan kegiatannya? Bagaimanapun juga memiliki manfaat baik dalam segi social, ekonomi, kesehatan dan keagamaan….Allahu a’lam…  gambar diambil dari 

Minggu, 02 Juni 2013

menemukan atau kehilangan

bagi perempuan itu, menemukan tak jauh beda artinya dengan kehilangan, 

kadang, ia menangis saat ia menemukan 

dan tak jarang dia tersenyum saat kehilangan

janggal mungkin, namun baginya...itulah cara memandang keadaan

baginya, menemukan hanyalah cara untuk mempersiapkan diri akan datangnya saat kehilangan

dan kehilangan adalah puncak dari kebahagiaan....

Kamis, 23 Mei 2013

Terima kasih Kawan....

Anugerah terindah dan hal ter-absurd dalam hidupku adalah mengenal orang-orang seperti kalian....
orang-orang yang tak pernah melewatkan moment pengabadian diri dalam gambar
manusia-manusia sabar yang selalu yakin akan datangnya cahaya penerang gelap

wajah-wajah yang tak pernah lupa tersenyum 

pribadi-pribadi penuh semangat yang tak pernah berhenti mencari arti kata "dewasa" 

jiwa-jiwa pemberontak yang tak pernah takut untuk menantang dunia


wajah-wajah polos yang tak pernah kehilangan kata "bahagia"

orang-orang yang selalu bergembira meski hanya punya sebungkus nasi  untuk kekenyangan bersama
dan pemilik jiwa yang
selalu apa adanya, jujur dengan perasaanya 

Selasa, 07 Mei 2013

DOA SEHELAI DAUN KERING


Janganku suaraku, ya 'Aziz
Sedangkan firmanMupun diabaikan
Jangankan ucapanku, ya Qawiy
Sedangkan ayatMupun disepelekan
Jangankan cintaku, ya Dzul Quwwah
Sedangkan kasih sayangMupun dibuang
Jangankan sapaanku, ya Matin
Sedangkan solusi tawaranMupun diremehkan
Betapa naifnya harapanku untuk diterima oleh mereka
Sedangkan jasa penciptaanMupun dihapus
Betapa lucunya dambaanku untuk didengarkan oleh mereka
Sedangkan kitabMu diingkari oleh seribu peradaban
Betapa tidak wajar aku merasa berhak untuk mereka hormati
Sedangkan rahman rahimMu diingat hanya sangat sesekali
Betapa tak masuk akal keinginanku untuk tak mereka sakit
Sedangkan kekasihMu Muhammad dilempar batu
Sedangkan IbrahimMu dibakar
Sedangkan YunusMu dicampakkan ke laut
Sedangkan NuhMu dibiarkan kesepian
Akan tetapi wahai Qadir Muqtadir
Wahai Jabbar Mutakabbir
Engkau Maha Agung dan aku kerdil
Engkau Maha Dahsyat dan aku picisan
Engkau Maha Kuat dan aku lemah
Engkau Maha Kaya dan aku papa
Engkau Maha Suci dan aku kumuh
Engkau Maha Tinggi dan aku rendah serendah-rendahnya
Akan tetapi wahai Qahir wahai Qahhar
Rasul kekasihMu maĆ­shum dan aku bergelimang hawa
Nabi utusanmu terpelihara sedangkan aku terjerembab-jerembab
Wahai Mannan wahai Karim
Wahai Fattah wahai Halim
Aku setitik debu namun bersujud kepadaMu
Aku sehelai daun kering namun bertasbih kepadaMu
Aku budak yang kesepian namun yakin pada kasih sayang dan pembelaan-Mu


Emha Ainun Nadjib Jakarta 11 Pebruari 1999

Kamis, 02 Mei 2013

tanya jiwa.....



Kehidupan yang penuh dengan tanda Tanya,
Tanya tentang jodoh…adalah tanya yang kini ramai mengusik jiwaku….
Ingin aku berteriak agar dunia mendengar apa yang benar aku harapkan…agar dia sang bintang yang menghiasi harapan ku menjadi tahu dan menjawab tanyaku…
Sesosok yang selalu hadir dalam impian ku, apakah ini??? Pantaskah ini???
Ya rabb….tanya itu selalu menyelimuti jiwaku, dan aku selalu meyakini bahwa engkau maha tau lebih dari yang penah aku fikir dan bayangkan….segalanya aku serahkan dan pasrahkan kepada-Mu….
Jika demikian kepasrahan ini maka dimanakah kita harus meletakkan tawakal kita dalam derap usaha kita???
Kapankah waktunya aku boleh berserah untuk setiap ketentuannya?,,,,
Bukankah Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum tersebut berusaha untuk merubahnya….dan jika kita ingin mendapatkan sesuatu maka kita harus berusaha meraihnya….dan….aku tak tahu harus bagaimanakah usaha yang harus aku lakukan untuk ini semua…apakah aku harus bertanya kepada sang bintang??? 
Pantaskah aku melakukan itu???
 Lalu apa yang harus aku lakukan???? 
Apakah hanya sekedar berdoa saja cukup tanpa ada usaha yang lain???
Entahlah……aku pasrah  tentang semua ini, 
dan kepasrahan ini kini hampir menyerupai keputusasaan….dan aku tak mau begini……
dimana fungsi ku sebagai manusia yang berakal??…..jika aku hanya mampu terduduk diam dan meratap memohon kepada sang maha pemurah, tak malukah aku???? 
Allah sudah terlalu baik kepada ku dan aku sebagai hamba hanya merengek dan terus merengek, masihkah aku mampu berjalan tegak dengan keadaan ini??….
sungguh…betapa lemah aku…
sebutir pasir diantara luasnya hamparan gurun…..dan...ketika angin itu datang maka aku akan terbang dalam ketidakberdayaanku….
terbang dan hilang dalam kepasrahan yang tak pernah berujung…..tak malukah aku????
Oh……sungguh…tanya tak kan bertemu ujungnya...bila saja tak Engkau sampaikan jawaban atas deretannya....
dan aku hanya mampu menggantungkan segala jawabannya  padamu wahai Rabb….ku….Allah……………………