Aku bahagia punya kalian…
Davi,
ochan, jul….3 orang yang paling ga banget menurut orang lain tapi iya banget
menurut kita bertiga….hehe…
Mereka
ber-2 adalah teman masa kuliah. Hampir 4 tahun kita habiskan bersama. Tapi
bukan berarti kita selalu sama-sama ya…..menurutku pertemanan kami cukup unik,
kami hampir tak pernah duduk berjajar bertiga dalam kelas. Dalam diskusi kami
juga tak pernah saling dukung yang ada kami saling beradu argument pokoknya
kalau bisa siapa diantara kita yang sedang didepan itu jadi diem dan patah
argumennya.
Kami
juga hampir tidak pernah berkumpul bareng dalam acara kumpul-kumpul kampus.
Ochan punya genk sendiri kalau ga salah namanya The Barb’s, dia selalu kumpul
dengan genknya dan juga selalu disediakan tempat duduk istimewa untuknya dari
teman genknya. Pokoknya kalau dikelas dia adalah milik genknya.
Davi…ahh…makhluk satu ini. Dia juga sama, punya komunitas alias teman ngumpul
sendiri sesame temen cowok, maklumlah cowok di kelasku hanya 5 orang, itupun
sudah masuk dalam kategori banyak banget karena kelas yang lain paling mentok
Cuma 3 ada juga yang 1…davi hampir dan sangat tidak pernah duduk disampingku
kalau di kelas entah karena apa, tapi aku selalu bersyukur karena kalau sampai
aku duduk sebelahan sama dia pasti yang ada kelas bubar,,,karena kami sibuk
berantem ga jelas dan teman-teman sibuk ngamuk karena itu…
Dan
tentang siapa mereka di kampus?? Inilah uraian singkat dan tidak padat ku.
Ochan,
nama aslinya adalah Hosana. Dia kecil atau lebih manisnya aku sebut dia Mungil.
Tingginya tidak sampai 150 Cm. asli Sulawesi hanya saja sudah mulai sekolah di
jogja sejak kelas 4 SD, di jogja ochan tinggal bareng sama budhe dan pakdhenya
yang juga seorang Pendeta di daerah kaliurang KM 9. Ochan tinggal di rumah itu
bersama dengan beberapa sepupunya dan salah satu sepupunya ada yang satu kelas
dengan kami namanya Erna Podhengge tapi biasa di panggil Enchut….and well…aku
juga ga ngerti kenapa panggilan nama mereka demikian lucu. Aku belum sempat
Tanya alasan panggilan itu sampai sekarang. Ochan adalah sosok yang periang,
rame, vocal, pokoknya dimanapun kalau ada dia suasananya pasti berubah jadi
rame. Ochan selalu care dengan orang-orang yang ada di sekitarnya, selalu jadi
orang pertama untuk kegiatan-kegiatan yang sifatnya “demi kebersamaan”. Satu
lagi, ochan itu tomboy tapi banyak punya aksesoris yang warnanya pink. Selalu
berponi dan kalau pas ada acara natalan atau kondangan pasti dia akan berubah
jadi bidadari yang feminin banget pakaiannya tapi tidak dengan auranya yang
tetap aura tomboy…peace Chan, ini jujur lho… diantara kita bertiga Ochan itu
ibarat kipas angin, dia selalu bisa buat suasana jadi adem lagi meskipun aku
dan davi lagi panas-panasnya. Ochan itu smart, nyambung banget kalau diajak diskusi,
kritis…dan ga pernah ragu untuk berpendapat. Pokoknya Ochan itu anaknya easy
going banget deh….
Muhammad
Aldafikin atau yang biasa di panggil Davi, asal dari Palembang tapi ayahnya
orang jogja. kalau dilihat secara fisik inilah pemaparannya. Tinggi sekitar 170
CM, kurus, berkacamata minus 3,5, kemana-mana selalu pake jaket, kulit jauh
lebih terang dari kulitku…hehe, rambut lurus kayaknya. Wajah mirip sama dokter
boyke kata orang-orang. Karakter atau
sifat. Oke…untuk bagian ini, aku hanya menggunakan sudut pandang berdasarkan
pengalamanku berteman dengan dia ya, jadi maaf jika tidak sesuai dengan
pendapat banyak orang. Davi itu keras kepala, ngeyel, ga mau kalah, suka
marah-marah dan gengsinya selangit. Tapi dia masih punya sisi baik kok, dia
Care, penyayang, kalau naik motor kencengnya minta ampun. Dan davi adalah orang
paling kekeh ga mau baik sama aku katanya “kiamat jul, kalau aku baik sama
kamu”. Ya rabb…ga papa deh dia ga baik sama aku dari pada ntar kiamat beneran
kan semuanya jadi repot ga Cuma aku aja yang repot.
Davi
dan aku adalah 2 orang yang paling ga pernah akur di kelas kami, mungkin juga
di kampus. Tiap ketemu selalu ada saja hal-hal yang pada akhirnya harus
berakhir dengan perdebatan. Mungkin karena kami sama-sama ga mau kalah. Namun
di lain sisi davi bisa di bilang merupakan salah satu idola di kampus karena
setiap angkatan ada aja yang suka sama dia, mulai dari angkatan paling baru, se
grade, sampai kakak kelas, mulai dari cewek beneran sampai cowok yang ke
cewek-cewek an, ngeri deh pokoknya. Dan untuk hal satu itu, di kelasku juga ga
ketinggalan. Ada 2 yang pasti aku tau suka sama dia, entah suka beneran atau
Cuma suka-sukaan dan sisannya yang tidak aku tau aku tak tau berapa jumlahnya,
ada yang bilang sih lebih dari 3 tapi entahlah….aku juga malas menanyakannya.
Dan sampai dengan hari terakhir kami di kampus aku juga masih tidak habis pikir
kenapa bisa seperti itu, dari mana mereka memandangnya??? Apa karena dia
pinter, otaknya encer? Atau karena dia suka banget ngajak debat orang?? Atau
karena yang lain?? Apa??? Entahlah…
2
orang ini punya sifat yang sama, sama-sama tertutup untuk urusan pribadi. Dan
karena kami sadar itu maka kami menghormati prinsip masing-masing. Selama kami
bersama yang aku tau ochan ga punya pacar atau barangkali punya tapi aku tidak
tau, davi punya pacar, kakak angkatan, pacarnya jaman dulu ini temenku juga.
Tapi setelah sekitar 2 tahun pacaran mereka putus, dan tidak butuh waktu lama buat
seorang davi untuk dapat pacar lagi. Sekitar 3 bulan pasca putus pacar baru pun
ada, kali ini pacarnya adik angkatan yang aku tau udah suka sama dia sejak dia
masih pacaran sama yang dulu. Untuk hubungan dengan pacarnya yang sekarang aku
tidak dekat bahkan bisa dibilang jauh, meskipun aku kenal juga. But
well….anything I always hope the best for you dav…
Jika
ada yang Tanya bagaimana pertemanan kami, maka aku akan menjawab, “entahlah”
kami memang jarang bersama ketika di kelas tapi kami sering melakukan beberapa
hal bareng di luar kampus. Seperti ngurus tugas bareng, bikin acara bareng,
magang di tempat yang sama dan juga lari dari keramaian menuuju tempat yang
sama. Kami sering mendiskusikan hal-hal remeh temeh bersama dan barangkali itu
yang membuat kami bersama. Aku tidak bisa menggamnbarkan ini secara detail dan
utuh, karena yang aku rasakan adalah lebih dari sekedar kata-kata.
Kita
sama-sama faham, bahwa kita sama-sama bukan orang yang mudah untuk memberikan
predikat “sahabat” untuk orang lain dan “persahabatan” untuk sebuah hubungan
pertemanan namun pada akhirnya kita secara tidak sadar sering mengatakan
“sahabatku” untuk satu dan yang lainnya.
Kita
adalah orang yang paling ga banget menurut orang lain, karena kita yang suka
bertanya, kita yang ngeyel, kita yang selalu dapat Black list dari daftar
penanya untuk forum diskusi kelas dan kampus. Kita yang dikenal sebagai
pasangan hobi protes, dan banyak cap lainnya untuk kita tapi aku tidak pernah
menyesal untuk semua cap kurang bagus itu, karena bagiku mengenal kalian sama
dengan aku belajar mengenal cara mengekspresikan diri dalam kejujuran.
Kawan….kalian
adalah pelengkap bagiku, kalian yang mengajarkan aku cara untuk berani melawan
arus untuk mengejar sebuah mimpi. Kita yang apapun perbedaan antara satu dan
yang lainnya selalu bisa menjadi sesuatu, karena bagi kita sama itu ga asik.
Sekarang, kita sudah berjarak dan komunikasi kita juga tak sesering dulu lagi,
tak apa….mungkin karena memang hidup harus demikian, berjarak untuk bisa
melihat,. Melihat bahwa kita punya sesuatu yang indah untuk dikenang dari
kejauhan, dirindukan jika masih dirasakan, dan di do’akan karena kita tak lagi
berdekatan…..
Terima
kasih kawan….untuk cerita ini, penggalan ini…aku yakin Tuhan akan selalu
memberi yang terbaik untuk kita…mari kita kejar mimpi masing dengan tetap jujur
pada semesta…..
Aku
sayang kalian…..
Temandang, 8 feb 2014
14.10 wib

Tidak ada komentar:
Posting Komentar